Selasa, 20 September 2011

contoh SAP


Satuan Acara Perkuliahan (SAP) berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan). SAP berisi rincian materi kuliah setiap pertemuan kuliah dan berikut tujuan belajarnya serta buku-buku acuan untuk belajar. Yang dimaksud tujuan belajar ialah apa yang minimal dikuasai mahasiswa setelah mendapat materi perkuliahan.
Setiap mata kuliah memiliki Satuan Acara Pengajaran (SAP) yang merupakan penjabaran secara rinci rencana perkuliahan. SAP tersebut harus memuat unsur-unsur sebagai berikut :
  • Kode, nomor, dan nama mata kuliah.
  • Kedudukan mata kuliah (Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK))
  • Semester dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan.
  • Bobot kredit.
  • Tujuan mata kuliah.
  • Mata Kuliah prasyarat (bilamana perlu).
  • Nama pengajar.
  • Waktu dan tempat kuliah
  • Rincian acara perkuliahan dan bahan bacaan wajib dan anjuran.
  • Cara mengevaluasi proses belajar-mengajar.

SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok bahasan : Anemia
Sub pokok bahasan : Anemia Pada Ibu Hamil
Sasaran : Ibu Hamil di Desa Sugihwaras
Target : Ibu Hamil di Desa Sugihwaras yang Menderita Anemia
Hari/tanggal : Senin, 16 Juni 2008
Waktu : 10 menit
Tempat : Balai Desa Sugihwaras
Penyuluh : Mahasiswa Tahap Pra Profesi STIKES Surya Global Yogyakarta
I. Latar Belakang :
Berdasarkan data yang dimiliki Puskesmas Pembantu desa Sugihwaras, persentase insidensi ibu hamil dengan anemia tahun 2008 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 20% (persentase insidensi ibu hamil dengan anemia tahun 2007 sebanyak 30%, tahun 2008 sebanyak 50%). Setelah dilakukan survey, ternyata penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada kehamilan.
II. Tujuan Instruksional Umum :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, ibu hamil dengan anemia di Desa Sugihwaras dapat memahami anemia dengan baik.
III. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 10 menit, diharapkan ibu hamil dengan anemia di Desa Sugihwaras dapat mengetahui tentang:
1. Pengertian anemia dan anemia pada ibu hamil
2. Ciri-ciri ibu hamil dengan anemia
3. Macam-macam anemia pada ibu hamil dan penyebabnya
4. Akibat anemia pada ibu hamil
5. Penatalaksanaan dan pencegahan anemia pada ibu hamil
IV. Strategi Pelaksanaan :
1. Metode : Ceramah dan diskusi
2. Media : Leaflet
3. Garis besar materi (penjelasan terlampir) :
1) Pengertian anemia dan anemia pada ibu hamil
2) Ciri-ciri ibu hamil dengan anemia
3) Macam-macam anemia pada ibu hamil dan penyebabnya
4) Akibat anemia pada ibu hamil
5) Penatalaksanaan dan pencegahan anemia pada ibu hamil
V. Proses Pelaksanaan :
No
Kegiatan
Penyuluh
Peserta
Waktu
1.
Pendahuluan
· Salam pembuka
· Menyampaikan tujuan penyuluhan
· Apersepsi
· Menjawab salam
· Menyimak
· Mendengarkan, menjawab pertanyaan
2 menit
2.
Kerja
· Penyampaian garis besar materi anemia
· Memberi kesempatan peserta untuk bertanya
· Menjawab pertanyaan
· Evaluasi
· Mendengarkan dengan penuh perhatian
· Menanyakan hal-hal yang belum jelas
· Memperhatikan jawaban dari penceramah
· Menjawab pertanyaan
7 menit
3.
Penutup
· Menyimpulkan
· Salam penutup
· Mendengarkan
· Menjawab salam
1 menit
VI. Setting Tempat :
Pserta penyuluhan duduk berhadapan dengan penceramah, membentuk huruf U
VII. Pengorganisasian :
a. Pembawa acara : -
b. Pemateri : Weni Kristiyanasari
c. Moderator : -
d. Notulis : -
e. Fasilitator : -
f. Observer : -
VIII. Kriteria Evaluasi:
1. Ibu hamil mampu menjelaskan pengertian anemia dan anemia pada ibu hamil
2. Ibu hamil mengerti ciri-ciri ibu hamil dengan anemia
3. Ibu hamil mampu menyebutkan macam-macam anemia pada ibu hamil dan penyebabnya
4. Ibu hamil mengetahui akibat anemia pada ibu hamil
5. Ibu hamil tahu cara-cara penatalaksanaan dan pencegahan anemia pada ibu hamil
IX. Referensi :
· Dorland. 2003. Kamus Saku Kedokteran. EGC; Jakarta.
· Kapita Selekta Kedokteran Edisi ke Tiga Jilid I. 2001. Media Aesculapius FK UI; Jakarta.
· Supandiman, Imam. 1997. Hematologi Klinik. Alumni; Bandung.
LAMPIRAN : MATERI
ANEMIA PADA IBU HAMIL
A. PENGERTIAN
Anemia adalah jumlah sel darah merah menurun, kadar Hb menurun di bawah normal (normal wanita 12 gr%, pria 14 gr%).
Wanita hamil dikatakan anemia apabila kadar Hb nya di bawah 10 gr%.
Untuk mengetahui secara pasti kadar Hb dilakukan tes darah.
B. CIRI-CIRI IBU HAMIL DENGAN ANEMIA
· Pucat
· Lemah
· Letih
· Lesu
· Nafas terengah-engah
· Nyeri dada
· Ikterus
· Petechiae
Biasanya ibu hamil dengan anemia mengeluhkan sebagian atau keseluruhan ciri-ciri di atas, dan unutuk memastikannya harus dengan tes kadar Hb dalam darah.
C. MACAM-MACAM ANEMIA PADA IBU HAMIL
· Anemia defisiensi besi/ karena kekurangan zat besi
· Anemia karena perdarahan
· Anemia karena radang/ keganasan
· Anemia aplastik karena kerusakan sumsum tulang
· Anemia hemolitik karena usia sel darah merah yang pendek
· Anemia megaloblastik karena gangguan pencernaan
· Anemia karena penyakit keturunan misalnya anemia sel sabit
D. AKIBAT ANEMIA PADA IBU HAMIL
· Abortus
· Persalinan preterm/sebelum waktunya
· Proses persalinan lama
· Perdarahan setelah persalinan
· Syok
· Infeksi pada saat dan sesudah persalinan
· Payah jantung
· Bayi lahir prematur
· Bayi cacat bawaan
· Kekurangan cadangan besi
· Kematian janin
· Kematian ibu
E. PENATALAKSANAAN DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
· Penatalaksanaan dan pencegahan yang umum dilakukan adalah dengan pemberian suplemen zat besi selama masa kehamilan dengan aturan tertentu sewaktu ANC
· Pencegahan bisa dilakukan secara mandiri dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang (4 sehat 5 sempurna) dan memperbanyak konsumsi makan yang mengandung zat besi seperti sayur mayur dan buah-buahan.
· Periksakan sedini mungkin apabila disinyalir ada tanda-tanda anemia, agar langkah-langkah antisipasi bisa segera dilakukan.